#SUBSCRIBE

Saturday, 11 July 2015

Judulnya Apa Ya.. Dateng-dateng Curhat Kali Ya..

Udah sebulan lebih beberapa hari gue putus dengan Annisa, seseorang yang saat ini tentunya masih ada di hati. Sampai sekarang masih ada yang gue belum mengerti dari dia.

Apa yang dia pikirkan tentang gue? Apa yang dia sukai dari gue? Apa yang dia sayang dari gue?

Hal-hal mendetil dari dia, masih hafal di otak. Seperti bagaimana dia berbicara, bagaimana dia ketika melepas kacamatanya, bagaimana dia bergerak, bagaimana dia tersenyum, sedih, gelisah, dan hal lainnya.

Gue menciptakan lagu tentang dia, yang gue beri judul Lagu Untukmu. Dan ini liriknya:

Tiba saatnya aku kembali menulis.
Menuliskan sebuah lagu yang sederhana.
Lagu yang diciptakan hanya untukmu.
Semoga kamu menyukai ini.

Aku bukanlah seorang musisi.
Yang pintar membuat lagu yang menakjubkan.
Tapi dengan cinta aku membuat.
Membuat lagu ini hanya untukmu.

Lewat lagu ini aku sampaikan tentang dirimu.
Kamu yang membuat hari ku berubah.
Lewat lagu ini aku sampaikan tentang kamu.
Kamu yang membuat hari ku berubah.

Reff:
Kamu yang manis..
Kamu yang lucu..
Kamu yang lugu..
Itulah kamu..

Kamu yang cantik..
Kamu yang ceria..
Kamu buat hariku..
Itulah kamu..

Lagunya nanti gue upload ke channel soundcloud gue, kalo lagi ada kuota ya. Huehehuehe

Gue ini tipe orang yang cemburuan. Walau kadang selalu coba paksa buat gak cemburuan. Annisa itu tipe cewek yang mudah bergaul dengan cowok. Ada sesuatu yang berbeda dari dalam diri dia. Seperti ada sebuah magnet bagi cowok yang berbicara terlalu dekat dengan dia. Ya suara dia yang kadang manja itu bisa bikin cowok yang jomlo berabad-abad bahkan sampe yang udah punya pacar pasti bakal terpincut sama dia.

Selama pacaran sama dia, ada aja cowok yang naksir bahkan sampai menyatakan perasaannya ke dia. Ya sebagai seorang pacarnya ketika itu, gue pasti sabar banget. Maklum, gue kan macarin idola. Huehehe

Sebagai penikmat dunia peridolaan dari tahun 2011, gue melihat ada diri seorang idola dari seorang Annisa. Bisa dibilang fan service-nya bagus. Apalagi dengan suara manjanya dia yang menggoda.

Pengin nyeritain juga awal mula gue sama dia. Berawal dari ditariknya gue masuk ke dalam kepengurusan angkatan dia. Katanya sih gue tumbal. Tapi gak pa-pa, gue tetap bersyukur.

Dari awal gue masuk sebuah organisasi yang bertema Jepang di kampus. Satu hal yang ada di otak gue pada saat ngeliat dia pertama kali, “Ini orang kok gendut banget ya?” padahal gak cuma dia yang gendut, tapi tetap, otak gue berpikir kalo cuma dia yang gendut. Aneh memang otak gue.

Di saat keramaian, cuma dia orang heboh terbeda yang pernah gue lihat selama ini. Serius deh. Temen SD, SMP, SMA gak ada yang sampe seheboh itu. Aneh memang mata gue.

Berlanjut pada sebuah acara yang berhubungan dengan sidang organisasi. Ada scene yang sampe saat ini gak gue lupakan. Scene ketika gue minta minum sama dia, di saat air mineral di galon udah abis. Dan gue minta minumnya itu gak ngomong, cuma kode dengan lihat mata dia dan membuat gerakan orang mau minum. Untungnya dia mengerti dengan kode gue. Huehehe.. biasanya kan lemot.

Gue semakin dekat dengan dia ketika acara festival jepang di kampus. Kami adalah panitia dari acara tersebut. Inget ketika gue, dia, dan dua orang teman lagi berbelanja di sebuah pasar untuk keperluan dekorasi. Entah kenapa, ada hal lucu yang gue perhatikan dari tingkahnya. Aneh ya emang otak dan mata gue. Huehhehe

Hingga ketika pada scene ketika panitia event tersebut selesai rapat. Gue memberanikan diri gue buat nembak dia di luar posyandu. Tempat yang gak romantis juga sih buat menyatakan perasaan. Jujur itu pertama kalinya gue menyatakan perasaan secara langsung. Biasanya cuma lewat pesan singkat aja, dan ditambahkan kata-kata romantis dari majalah gitar.

Seorang senpai bilang, “Ren, dia ada yang nembak dan belum dijawab. Rendy kalo emang beneran yakin sama perasaan Rendy, mendingan langsung bilang.” Dan.. YAK! Gue nyatain perasaan gue langsung ke dia. Di otak gue cuma mikir, “Ini kesempatan gue dan harus ngomong apa? Gue juga gak mau kalah sama yang udah nembak dia. Ini kompetisi Ren!”
Selama gue pacaran dengan mantan-mantan terdahulu, gue pasti selalu dihadapkan dengan sebuah kompetisi. Ketika gue berhasil dapat, pasti gue berjuang lagi. Dan itu pasti. Tapi, perjuangan gue suka gak dihargain. Yasudahlah.

“Tapi Icha belum move on, Ren.” DEG! Ya memang tampaknya gue harus berjuang lebih keras lagi. Gue bilang, “gak pa-pa” karena ya emang gue ditakdirkan untuk selalu berjuang tanpa henti.

Tepat hari selasa sore di teras gedung 5 kampus gue. Gue menunggu jawaban dari dia. Dia datang bersama dua orang temannya. Sempat dikasih kultum sama dua orang temannya. Dan ada hal yang menarik juga pada saat itu, dia bertanya, “Rendy mau gak komitmen sama Icha?” Kepala gue langsung puyeng. Berat bro. Itu penuh tanggung jawab yang besar. Dan dengan cepat, gue meng-iya-kan. Karena gue melihat ada secercah harapan dari dia.

Di saat-saat pacaran sama dia ada hal menyenangkannya dan ada gak menyenangkannya. Ya alamilah buat orang pacaran pasti ada hal menyenangkannya dan ada gak menyenangkannya. Salah satu hal menyenangkan sekaligus gak menyenangkan itu ketika pagi-pagi buta gue ke rumahnya cuma mau minta maaf atas kesalahan gue. Seorang teman yang belum tidur sama sekali sampai gue tarik buat nemenin gue ke rumahnya. Huehehe.. Hal menyenangkannya itu karena akhirnya kita berbaikkan kembali, hal tidak menyenangkannya itu karena gue belum sempat sarapan ditambah ban motor teman kempis. Selain itu masih banyak lagi.

Hingga suatu hari gue curhat tentang dia ke seorang sodara gue. Baru cerita sebentar langsung udah bisa menyimpulkan, “Dia orangnya labil, Ren.” Sampai dua hari yang lalu masih curhat ke seorang sodara yang sama, tetap dijawab, “Dia tetep masih labil, Ren.” Biar pun begitu, gue masih sayang dia dengan tulus dan menerima segala yang kurang dari dia.

Gak kerasa udah banyak juga yang gue ketik. Cukup segini aja yang gue tulis. Kalo mau lebih, mungkin nanti bakal ada di buku gue yang insya Allah terselesaikan dan diterbitkan.

See you!
Hahaha


Baru nulis di blog lagi, isinya cuma curhat. Huehuehe
Selamat berpuasa ya!



No comments:

Post a Comment

Buat yang gak punya akun BLOG, masih tetep bisa komen disini. Caranya: pilih Name/URL -> tulis nama dan alamat twitter atau facebook. Selain itu juga bisa pilih Anonymous.

Jadi, MARI BUDAYAKAN BERKOMENTAR!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

DON'T FORGET TO SUBSCRIBE MY YOUTUBE CHANNEL GAES!