#SUBSCRIBE

Thursday, 2 June 2011

Syofyan juga Manusia

            Temen adalah seseorang yang kenal dengan kita. Seperti pepatah, 'Tak kenal maka tak temen' (salah yah? Udah biarin, beda dikit). Temen juga banyak jenisnya. Ada temen dekat, temen ngobrol, temen jalan, temen kayang, temen bolos, dan lain-lain. Tapi gue punya temen yang unik mampus. Dia, Syofyan, temen gue yang suka bergaya cool setengah pipis, kalo lagi di depan cewek. Jaim (Baca: Jaga Image) abis. Kadang juga suka nge-beat box sendiri di depan cewek, entah udah berapa jumlah iler yang di hasilkan.

            Satu hal yang buat gue ketawa sampe jedotin kepala ke tembok, ketika tau hobi dia 'memasak'. “Ren, tau gak lo hobinya si Syofyan?” tanya Awan ke gue.
            Gue menaikkan pundak, “Gak tau. Emang apa?”
            “Masak!” seru Joko.
            “Jadi waktu perkenalan anggota Paskibra baru, dia bilang, hobinya 'masak'.” Gue ketawa ngakak. Oke, memang tak sejalan dengan face-nya dia. Face sangar, badan kekar, hobi masak. Gak nyambung abis. Pertanyaan yang sampe sekarang belum tau jawabannya, 'Bagaimana rasa masakkannya?', Apakah gosong? Random? Apa rasa ketiak Mike Tyson? Entahlah.



            Di kelas, dia jadi bahan jailan temen-temen. Kasian sekali. Padahal, muka udah sangar, badan kekar, (sayang sekali, hobi masak) tapi gak bisa melawan yang menjailinya. Agustus, entah kenapa, dia suka memasang muka gemes kalo lagi menjaili Syofyan. Gak cuman Agustus, yang suka menjaili. Banyak temen sekelas, yang juga suka jail. Entah kenapa, kita suka sekali menjailinya. Mungkin karena mukanya yang ngeselin, membuat kita ingin menabok – sepenuh - hati. Seperti terlihat sebuah instruksi di mukanya, 'Tabok Disini!'. Tapi, gue juga suka kasian, karena dia di jaili hampir setiap hari. Kalo gue menjadi diri Syofyan, gue gak bakal betah, gak kuat, sama seperti kata sebuah girl band Indonesia, 7 Icons, "Gak-gak-gak kuat. Gak-gak-gak kuat." Pasti gue membuat banyak perlawanan terhadap orang yang menjaili gue.

            Syofyan adalah manusia biasa seperti kita. Wajar saja kalo face-nya memperlihatkan instruksi 'Tabok Disini!'. Dia juga gak berbeda dengan hewan manusia yang lain. Dia 'pernah' merasakan apa itu 'kotoran kebo'. Sorry, salah, maksudnya (ehm) 'jatuh cinta'. Dia bilang, jatuh cinta itu bisa membuat semua orang menggila, mabuk kepayang, sampe susah tidur. Waktu itu, dia nyuruh gue buat baca cerpennya, minta di koreksi. Sempet muntah bergelas-gelas kopi, pas baca judul cerpennya 'Cinta pada Pandangan Pertama'. Di dalam tulisannya, dia bercerita kalo dia pernah suka dengan seorang banci cewek di saat dia duduk di kelas 9. Nama cewek itu Anita. Wow, ada seorang cewek yang di sukai oleh lelaki ber-face sangar, badan kekar, tapi sayang hobi masak. Belakangan di ketahui, orang yang mencicipi masakannya langsung pingsan. Maaf, becanda. Huehehe...

            “Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, nama saya, Anita. Hobi saya mengaji dan membuat karya seni. Sekian perkenalan dari saya.” kata Anita, memperkenalkan diri di depan Syofyan. Dan sejak saat Anita memperkenalkan diri, Syofyan mulai merasakan hatinya seakan cenat-cenut kayak badut. Syofyan. Jatuh. Cinta. Yak, sekali lagi. Syofyan – jatuh – cinta. Neraka terasa gonjang-ganjing ketika gue membaca cerpen Syofyan yang mengatakan ‘dia jatuh cinta’.

            Sepulang sekolah, dia melihat seorang cewek yang di sukainya sedang sendirian. Tanpa banyak cangcingcong enyak babeh, dia mengajak Anita ngobrol, sebagai langkah awal ber-PDKT (ecie, PDKT boo~)
            “Namanya siapa?" Tanya Syofyan ke Anita.
            “Anita. Lo ketua kelas 9-E kan??” jawab cewek yang di sukai Syofyan. Mungkin, Anita berteriak dalam hati,"Anjriit, Gorilla siapa nih yang lepas?".
            “Iya. Gue ketua kelas 9-E” jawab Syofyan, cengar-cengir.
            “Selamat yah udah terpilih jadi ketua kelas 9-E”
            “Ya. Makasih udah ngucapin selamat.”

            Di dalam cerpen Syofyan, dia mengatakan, Anita adalah seorang wanita yang sangat cantik, baik hati, dan muslimah baginya. Setiap saat dia selalu memperhatikan si cewek tersebut. Mulai dari penampilan sampai tingkah lakunya. Gak pernah lepas dari pandangan matanya. Mirip seperti seorang pemburu hantu yang ingin menangkap hantu. Dan juga sama seperti maling yang ingin merampok rumah orang.

            Keesokan harinya, dia melanjutkan aksi, yang dia sebut PDKT. Segala macam perlengkapan gaul, ia pakai agar terlihat mantap di depan Anita. Dia melihat Anita sedang membaca sebuah buku, buku itu bukan komik, bukan juga buku resep masakan ala Chef Farah Quinn, tapi buku itu adalah buku IPA. Bergegas Syofyan mendekati Anita yang sedang sendirian membaca buku. Didalam hati Syofyan berkata,”Saatnya gue mengungkapkan rasa cinta saya kepada dia”. Begitu sudah di depan Anita, dia gugup, pikiran dia kosong, kata-kata yang seharusnya dia katakan terasa berat untuk di keluarkan. Tapi kata-kata yang terlontar hanya,”Nit, gue boleh minta nomer hape lo?”. Anita pun memberikan nomer hapenya ke Syofyan. Sejak saat itu, mereka jadi sering SMS-an, (kalo lagi ada pulsa).

            Hingga pada hari kelulusan, Syofyan belum sama sekali mengatakan rasa cintanya ke Anita. Lama sekali sodara-sodara sebangsa setanah air. Memendam rasa yang begitu lama. Sampai akhirnya, dia mengumpulkan keberanian, dan mengajak Anita ke sebuah mall di Jakarta Timur. Dia disana mengatakan…
            “Nit, gue suka sama lo.” Lalu melanjutkan,”lo mau gak jadi pacar gue?”
            Hening.
            Anita kaget. Entah mimpi apa Anita, semalam.
            Kemudian,”Jawabannya nanti aja ya Syof.” Akhirnya Anita membuka mulut.
            “Oh iya gak pa-pa.” kata Syofyan.
            “Syof, sorry nih, Nyokap udah nelpon. Dan sekarang, gue mesti pulang.”

            Sampai saat ini, Syofyan tidak mendapat jawaban dari seorang cewek yang di sukainya. Sekarang, gue hanya bisa mendoakan, semoga dia bisa menemukan seorang cewek yang bisa nerima dia apa adanya tanpa embel-embel. Dan, semoga Syofyan bisa di hargai layaknya manusia lainnya oleh semua orang di sekelilingnya.
            Tamat. Salam gaul.

1 comment:

Buat yang gak punya akun BLOG, masih tetep bisa komen disini. Caranya: pilih Name/URL -> tulis nama dan alamat twitter atau facebook. Selain itu juga bisa pilih Anonymous.

Jadi, MARI BUDAYAKAN BERKOMENTAR!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

DON'T FORGET TO SUBSCRIBE MY YOUTUBE CHANNEL GAES!